Pengetahuan Perawat Tentang Perawatan Luka Metode Moist Wound Healing Di Rs Pmi Aceh Utara
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v6i1.2Keywords:
Pengetahuan Perawat, Perawatan Luka, Moist Wound HealingAbstract
Luka merupakan kerusakan integritas kulit yang disebabkan oleh banyak hal seperti gesekan, trauma, suhu, infeksi dan lainnya. Angka kejadian luka setiap tahun semakin meningkat, baik luka akut maupun luka kronis. Sebuah penelitian terbaru di Amerika menunjukkan prevalensi pasien dengan luka adalah 3.50 per 1000 populasi penduduk. Mayoritas luka pada penduduk dunia adalah luka karena pembedahan/trauma (48.00%), ulkus kaki (28.00%), luka dekubitus (21.00%). Moist wound healing merupakan metode terkini yang efektif menyembuhkan luka. Tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat tentang perawatan luka metode moist wound healing. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah populasi 60 orang dan jumlah sampel 36 orang dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu teknik pengmbilan sampel dengan kriteria yang ditentukan sebanyak 36 responden. Penelitian ini dilakukan di RS PMI Aceh Utara dengan menggunakan lembar kuisioner. Analisa statistik yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 19 responden (52,8%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 11 responden (30,6%) memiliki pengetahuan kurang. Data tersebut menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup dan kurang. Disarankan bagi pihak RS agar dapat menfasilitasi pealtihan perawatan luka bagi perawat sehingga pebgetahuan dan ketrampilan perawat menjadi lebih baik yang berdampak pada peningkatan kualitas asuhan keperawatan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 humaira, Mursal, Abrar`

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





