Hubungan Perceived Seriousness tentang Stroke dengan Kepatuhan Pengobatan pada Penderita Hipertensi di Kota Banda Aceh
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v10i2.141Keywords:
Perceived seriousness, kepatuhan pengobatan, hipertensiAbstract
Perceived seriousness tentang stroke diperlukan untuk meningkatkan persepsi seseorang terhadap hipertensi yang dialami serta juga bisa meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perceived seriousness tentang stroke dengan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi pada penelitian adalah penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner perceived seriousness tentang stroke dan kuesioner kepatuhan pengobatan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Data penelitian dianalisis menggunakan analisis bivariat dengan uji Chi-square (nilai Fisher’s exact test). Hasil penelitian diperoleh adanya hubungan antara perceived seriousness tentang stroke dengan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi (p-value = 0.018 < 0.05). Semua tingkat pelayanan primer diharapkan bisa memberikan edukasi yang komprehensif kepada penderita penyakit komorbid.
References
Abd El Rhman, H. A. E. H., Ahmed, M. A. E.-S., & Radwan, S. A. E.-M. (2020). Applying Health Belief Model among High Risk Hypertensive Clients. Egyptian Journal of Health Care, 11(2), 286–306. https://doi.org/10.21608/ejhc.2020.106958
Al Rasyid, N. H. S., Febriani, N., Nurdin, O. F. T., Putri, S. A., Dewi, S. C., & Paramita, S. (2022). Di Puskesmas Lempake Samarinda Hawassa Referral Hospital di Kota Hawassa. Jurnal Kedokteran Mulawarman, 9(September), 55–63. https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JKM/article/view/7076
Arsyad, G., Solang, S. D., Amanupunnyo, N. A., Koch, N. M., Rokot, A., Us, H., Trisnaningsih, R., Ponidjan, T. S., Raule, J. H., Kolompoy, J. A., Sari, J., Memah, H. P., Chandra, E., Maramis, J. L., Runtu, L., Ranti, I. N., Keintjem, F., & Siregar, R. (2024). Bunga Rampai Promosi dan Pendidikan Kesehatan. PT Media Pustaka Indo.
Asmara, P. A., & Indarjo, S. (2022). Persepsi dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 pada Lansia Penderita Hipertensi. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 6(2), 194–205.
Ghozali, G., & Ningsih, R. (2021). Hubungan Antara Perceived Seriousness Dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Mahasiswa. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 125. https://doi.org/10.31602/ann.v8i2.5614
Kartikasari, Sarwani, D. R. S., & Pramatama, S. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Hipertensi di Berbagai Wilayah Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2614–3097), 11665–11676.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Hipertensi penyakit paling banyak diidap masyarakat. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20190517/5130282/hipertensi-penyakit-paling-banyak-diidap-masyarakat/
Lam, W. Y., & Fresco, P. (2015). Medication Adherence Measures: An Overview. BioMed Research International, 1–15. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1155/2015/217047
Nurhandiya, V., Yani, D. I., & Shalahuddin, I. (2020). Precautionary complications on hypertension with Health Belief Model (HBM) approach: A descriptive study of health center community in The Garut Region of Indonesia. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 75–80. https://doi.org/10.30604/jika.v0i0.274
Prabawati, R. A., Widjanarko, B., & Prabamurti, P. N. (2022). Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penderita Hipertensi dalam Melaksanakan Terapi di Puskesmas Bandarharjo. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(6), 405–410. https://doi.org/10.14710/mkmi.21.6.405-410
Puspita, R. C., Tamtomo, D., & Indarto, D. (2017). Health Belief Model for the Analysis of Factors Affecting Hypertension Preventive Behavior among Adolescents in Surakarta. Journal of Health Promotion and Behavior, 02(02), 183–196. https://doi.org/10.26911/thejhpb.2017.02.02.08
Ricinta, P. A., Fahdhienie, F., & Ariscasari, P. (2024). Analysis of Hipertention Prevention Behavior Based on Health Belief Model at Pulau Nasi, Pulo Aceh. The Indonesian Journal Of Health Promotion, 7(8), 2241–2249.
Rosentock, I. M., Strecher, V. J., & Becker, M. H. (1988). Social Learning theory and the Health Belief Model. Health Education and Health Behavior, 15(2), 175–183.
Setiyaningsih, R., Tamtomo, D., & Suryani, N. (2017). Health Belief Model: Determinantsof Hypertension Prevention BehaviorinAdults at Community Health Center, Sukoharjo, Central Java. Journal of Health Promotion and Behavior, 02(03), 183–196. https://doi.org/10.26911/thejhpb.2016.01.03.03
Wang, Z., Chen, Z., Zhang, L., Wang, X., Hao, G., & Zhang, Z. (2022). Status of Hypertension control in China: Results from the China hypertension survey, 2012-2015. Circulation, 145(1), 54–64.
Wardani, N. T., & Azinar, M. (2023). Kepatuhan Melakukan Pengobatan Rutin Pasien Hipertensi Lansia pada Pandemi Covid-19. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 3(1), 99–108. https://doi.org/10.15294/ijphn.v3i1.57292
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Esa Susanti, Aklima, Marlina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





