Gambaran Dismenorea Berdasarkan Karakteristik Demografi Remaja Putri di MTsN Aceh Besar
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v10i2.148Keywords:
Intensitas Nyeri, Penatalaksanaan, Dismenorea, Remaja PutriAbstract
Dismenorea merupakan masalah ginekologis yang umum terjadi pada wanita usia produktif. Akibat dari nyeri dismenorea yang dirasakan oleh remaja adalah dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar, pada saat kram perut remaja memilih untuk beristirahat di UKS dan tidak mengikuti aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran dismenorea berdasarkan karakteristik demografi remaja putri di MTsN Aceh Besar. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel yaitu 201 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling menggunakan alat ukur berupa kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, dimana analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden mengalami nyeri haid dengan kategori ringan yaitu sebanyak 104 orang (51,7%) dengan usia menarche kategori normal sebanyak 155 orang (77,1%), memiliki status gizi kategori kurus sebanyak 103 orang (51,2%). 166 orang (77%) memiliki siklus haid kategori normal, 156 orang (77,6%) memiliki lama haid kategori normal, 166 orang (77%) memiliki riwayat keluarga mengalami dismenorea. Untuk mengurangi nyeri yang disebabkan oleh haid, siswa dapat melakukan istirahat untuk merelaksasi tubuh dan membuatnya lebih nyaman serta dapat membantu siswa menjadi lebih santai dan lebih tenang. Selain itu, instansi kesehatan setempat agar dapat bekerja sama dengan pihak sekolah terkait penyebaran informasi kesehatan reproduksi remaja khususnya dismenorea.
References
DAFTAR PUSTAKA
Anita, N., Raehan., Mediastuti, F., Setyorini, R. H., Ekawati, D., Nurafifah, D., Yolanda, S., Turlina, L., Rizkiwita, R., Restiana, L. F., Nurwiandani, W., Silawati, V., Sukmayenti., Amellia, S. W. N., Bewelli, Y., & Fahmi. (2023). Asuhan kebidanan remaja & menopause. Kaizen Media Publishing.
Apriyani, D. S., Ningsih., & Sari, R. P. (2022). Pengaruh pemberian minuman air kunyit (curcuma longa) terhadap skala nyeri dismenore pada remaja putri di desa Sukasari. Nusantara Hasana Journal, 2(5), 146–154.
Astuti, K. T. J. (2025). Hubungan Status Gizi Terhadap Keluhan Disminore Pada Mahasiswi Universitas Bali Dwipa. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 3(1), 268–276.
Azra, S., Rajuddin, R., & Ismida, F. D. (2022). Gambaran pengetahuan dan penanganan dismenorea dengan kualitas nyeri pada siswi aliyah Madrasah Ulumul Quran Pagar Air tahun 2021. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 22(1), 74–80.
Anurogo, D. (2017). Cara Jitu Mengelola Nyeri Haid. Andi Offset.
Chantler, I., Mitchell, D., & Fuller, A. (2019). Diclofenac potassium attenuates dysmenorrhea and restores exercise performance in women with primary dysmenorrhea. The Journal of Pain, 10(2), 191–200.
Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. (2021). Profil Kesehatan Provinsi Aceh Tahun 2021. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.
Fatihah, N., Suhadi., & Afa, J. R. (2024). Hubungan usia menarche, kebiasaan olahraga dan perilaku konsumsi makanan cepat saji (fast food) dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri Sman 1 Samaturu tahun 2023. Journal Endemis, 1(4), 1–6.
Furkan, F., Rusdin, R., & Shandi, S. A. (2021). Menjaga Daya Tahan Tubuh Dengan Olahraga Saat Pandemi Corona Covid-19. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 5(1).
Gunawati, A., & Nisman, W. A. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat dismenorea di SMP Negeri di Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(1), 8–17.
Indahwati, A. N., Muftiana, E., & Purwaningroom, D. L. (2019). Hubungan Mengonsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMP N 1 Ponorogo. Indonesian Journal for Health Sciences, 1(2), 7–13.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Mesele, T. T., Ayalew, H. G., Syoum, A. T., & Antehneh, T. A. (2022). Impact of dysmenorrhea on academic performance among haramaya university undergraduate regular students, Eastern Ethiopia. Frontiers in Reproductive Health, 4(July), 1–7. https://doi.org/10.3389/frph.2022.939035
Nahra, S. J., Husnah, H., & Andalas, M. (2019). Hubungan asupan sumber kalsium dan magnesium dengan derajat dismenore primer pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2017. AVERROUS: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Malikussaleh, 5(1), 1–11.
Oktaviani, A. D., & Dewi, Z. (2021). Dismenore Primer dan Faktor Gizi yang Mempengaruhi. Jurnal GIZIDO, 13(2 November), 85–94.
Oktaviani, R., Sari, D. N., & Putri, A. M. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi penatalaksanaan dismenorea pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(1), 55–62.
Primawati, A., & Kharimaturrohmah, S. S. (2020). Hubungan Usia Menarche dengan Tingkat Dismenorea pada Siswi Kelas X di Smk Muhammadiyah I Wonosari Gunungkidul Tahun 2020. Universitas’ Aisyiyah Yogyakarta.
Rambi, C. A., & Tatangindatu, M. (2022). Perbedaan pengaruh aromaterapi lavender dan terapi musik. Jurnal Ilmiah Sesebanua, 6(1), 13–20.
Sulaeman, E., Rahmawati, D., & Putri, A. N. (2022). Kesehatan remaja: Konsep dan pendekatan holistik. Jakarta: Penerbit Sehat Media.
Wardani, P. K., Fitriana, F., & Casmi, S. C. (2021). Hubungan siklus menstruasi dan usia menarche dengan Dismenor Primer pada siswi kelas X. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI), 2(1).
Widyanthi, N. M., Resiyanthi, N. K. A., & Prihatiningsih, D. (2021). Gambaran penanganan dismenorea secara non farmakologi pada remaja kelas X di Sma Dwijendra Denpasar. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(6), 1745–1756.
Zahiroh, N. N. (2020). Gambaran Koping Remaja Putri Dalam Mengatasi Dysmenorrhea Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang. Universitas Muhammadiyah Semarang.
Zalni, Harahap, & Desfita. (2017). Usia Menarche Berhubungan dengan Status Gizi, Konsumsi Makanan dan Aktivitas Fisik. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8, 153–161.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nathia Tasnima, Nosi Delianti, Dara Ardhia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





