HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINDAKAN PERAWATAN PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v6i2.16Keywords:
Pengetahuan, Perawatan Perineum, Ibu postpartumAbstract
Infeksi masa nifas masih berperan sebagai penyebab utama Angka kematian Ibu (AKI) terutama di
negara berkembang seperti Indonesia. Pengetahuan ibu postpartum berpengaruh terhadap tindakan
perawatan perineum. Perawatan yang tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum menjadi lembab
dan akan sangat menunjang perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada
perineum. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tindakan
perawatan perineum pada ibu postpartum. Penelitian ini bersifat Analitik dengan pendekatan cross
sectional. Jumlah sampel sebanyak 34 responden dengan menggunakan Accidental sampling. Analisa
yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian
menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tindakan perawatan perineum
pada ibu postpartum ditunjukkan dengan p-value 0,003 < α (0,05).Dapat disimpulkan bahwa semakin
baik pengetahuan ibu postpartum maka tindakan perawatan perineum akan semakin dilakukan.
Disarankan kepada ibu postpartum agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang perawatan perineum
guna mempercepat penyembuhan serta mencegah terjadinya infeksi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Rahma Hidayati, Mariyati, Faridah Hanum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





