Studi Komparasi Psychological Well-Being Pada Siswa Sekolah Menengah Atas dan Pesantren
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v9i1.77Keywords:
Psychological Well-Being, Sekolah Menengah Atas, PesantrenAbstract
Sekolah yang berbasis pesantren memiliki beberapa perbedaan dengan sekolah umum, seperti perbedaan kurikulum, peraturan, sistem dan waktu pembelajaran, serta keterlibatan orang tua. Perbedaan ini berpengaruh pada psychological well-being siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi ada tidaknya perbedaan psychological well-being antara siswa sekolah berbasis pesantren dengan sekolah umum. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan cross-sectional study. Cluster random sampling digunakan sebagai metode teknik pengambilan sampel dan sekitar 262 siswa direkrut menjadi sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Psychological Well-Being Scale (PWBS) dengan 18 item pernyataan terdiri dari dimensi kemandirian, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri. Hasil analisis statistik Mann Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan rata-rata skor PWBS siswa sekolah berbasis pesantren dan umum (U= 0,79; p > 0,05). Hal ini dapat dapat disimpulkan bahwa meskipun kedua model sekolah memiliki kurikulum, sistem, dan waktu pembelajaran yang berbeda, namun dari hasil penelitian menunjukkan karakteristik siswa yang hampir sama. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih luas dengan melibatkan sampel di beberapa sekolah umum dan pesantren
References
Devita, Y. (2019). Prevalensi masalah mental emosional remaja di Kota Pekanbaru. Jurnal Keperawatan Priority, 2(1), 33–43. http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukep/article/view/385
Fadhillah, E. P. A. (2016). Hubungan antara psychological well-being dan happiness pada remaja di pondok pesantren. Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(1), 69–79. https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/psiko/article/view/1545
Hardjo, S., Aisyah, S., & Mayasari, S. I. (2020). Bagaimana psychological well- being pada remaja? sebuah analisis berkaitan dengan faktor meaning in life. Jurnal Diversita, 6(1), 63–76. https://doi.org/10.31289/diversita.v6i1.2894
Nida, D. S., & Abidin, Z. (2023). Peran sekolah dalam mengembangkan minat bakat siswa SMPN 1 Colomadu. Jurnal PAI Raden Fatah, 6(1), 63–77. https://doi.org/10.19109/pairf.v6i1.19830
Pohan, Z. A., Siregar, M. F. Z., & Sembiring, N. S. K. B. (2022). Strategi masyarakat menghadapi perilaku buruk remaja. Khazanah: Journal of Islamic Studies, 1(1), 1–15. https://pusdikra- publishing.com/index.php/jelr/article/view/423/363
Prabowo, A. (2016). Kesejahteraan psikologis remaja di sekolah. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 4(2), 246–260. https://doi.org/10.22219/jipt.v4i2.3527
Rahmah, I. A. D. A., & Lisnawati. (2018). Kesejahteraan psikologis ditinjau dari spiritualitas siswa di Lembaga pendidikan pesantren dan non pesantren. Jurnal Psikologi Integratif, 6(2), 190–212. https://doi.org/10.14421/jpsi.v6i2.1499
Riset Kesehatan Dasar. (2018). Laporan nasional hasil riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/
Rosita, T., Annisa, Y. N., Indradjaja, M. A. P., & Rahman, A. N. (2023). Juvenile delinquency (kenakalan remaja) dalam sudut pandang psikologi dan hukum. Quanta, 7(2), 1–7. https://e-journal2.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/quanta/article/view/3688
Ryff, C. D. (1995). Psychological well-being in adult life. Current Directions in Psychological Science, 4(4), 99–104. https://doi.org/10.1111/1467-8721.ep10772395
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 719–727. https://doi.org/10.1037/0022-3514.69.4.719
Sagone, E., & Caroli, D. M. E. (2014). A correlational study on dispositional resilience, psychological well-being, and coping strategies in university students. American Journal of Educational Research, 2(7), 463–471. https://pubs.sciepub.com/education/2/7/5/index.html
Sahupriadi., Eva. N., & Suhanti, I. Y. (2020). Perbedaan psychological well- being siswa madrasah aliyah negeri program regular dan asrama di Kota Malang. Prosiding Seminar Nasional dan Call Paper “Psikologi Positif Menuju Mental Wellness” (pp. 171–184). Malang. http://conference.um.ac.id/index.php/psi/article/view/30
Sari, I. N. (2017). Psychoeducation psychological well-being dan kenakalan remaja. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 6(1), 31–38. https://doi.org/10.30996/persona.v6i1.1628
Sarkova, M., Bacikova-Sleskova, M., Geckova, A. M., Katreniakova, Z., van den Heuvel, W., & van Dijk, J. P. (2014). Adolescents' psychological well-being and self-esteem in the context of relationships at school. Educational research, 56(4), 367–378. https://doi.org/10.1080/00131881.2014.965556
Warnidar, E. (2020). Kesejahteraan psikologis pada mahasiswa diploma iii keperawatan dan non keperawatan politeknik kesehatan di Aceh tahun 2020. (Tesis Magister).
Winurini, S. (2018). Perbedaan kesejahteraan siswa pada siswa sma negeri asrama dan bukan asrama di Kota Malang. Aspirasi: Jurnal Masalah- Masalah Sosial, 9(2), 274–288. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v9i2.1105
World Health Organization. (2021). Mental health of adolescents. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental- health
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Aiyub Aiyub

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





