Penerapan Terapi Musik Klasik Dalam Perawatan Pasien Skizofrenia Dengan HalusinasiPendengaran: Sebuah Studi Kasus
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v9i1.78Keywords:
Halusinasi Pendengaran, Terapi Musik Klasik, SkizofreniaAbstract
Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori terhadap objek objek atau stimulus dari luar. Salah satu tipe yang sering dialami pasien adalah halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran merupakan suatu kondisi dimana pasien mendengar suara yang membicarakan, mengejek, menertawakan, mengancam, atau memerintahkan untuk pasien melakukan sesuatu. Perawat sebagai bagian dari tim kesehatan bertanggung jawab memberikan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi di rumah sakit melalui penerapan strategi pelaksanaan untuk membantu pasien mengenali halusinasi, mengetahui cara mengontrol halusinasi (menghardik, minum obat secara teratur, bercakap-cakap dengan orang lain, serta melakukan aktivitas terjadwal). Selain itu perawat juga dapat memberikan terapi tambahan berupa terapi musik klasik. Studi kasus ini bertujuan melakukan asuhan keperawatan secara menyeluruh dengan terapi musik klasik sebagai terapi tambahan sehingga pasien menjadi lebih relak dan nyaman. Asuhan keperawatan dan terapi tambahan dilakukan selama enam hari, dengan hasil yang dicapai adalah: pasien menunjukkan penurunan tanda dan gejala halusinasi, mampu mempraktikkan kembali strategi pelaksanaan yang sudah diajarkan, lebih tenang, dan pikirannya menjadi teralihkan dari halusinasinya. Direkomendasikan agar perawat di Rumah Sakit Jiwa dapat memberikan berbagai bentuk terapitambahan disamping strategi pelaksanaan yang sudah rutin dilakukan.
References
Alfaniyah, U., & Pratiwi, Y. S. (2021). Penerapan terapi bercakap-cakap pada pasien gaangguan persepsi sensori : halusinasi. 2398–2403
Angriani, S., Rahman, R., Mato, R., & Fauziah, A. (2022). Studi literatur teknik menghardik pada pasien halusinasi pendengaran. Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar, 13(2), 155. https://doi.org/10.32382/jmk.v13i2.3013
Asfianti, V., Safitri, A., & Zuhairah. (2022). Gambaran kejadian ekstrapiramidal sindrom pada pasien terapi antipsikotik tipikal di rumah sakit jiwa aceh. Forte Journal, 2(2), 184–189. https://doi.org/10.51771/fj.v2i2.367
Ekawati. (2013). Asuhan Keperawatan Jiwa pada Nn. S dengan perubahan persepsi sensori halusinasi pendengaran di RSJ daerah Surakarta.
Keliat, B. A. (2016). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart. Edisi Indonesia: Elsevier Singapore Pte Ltd
Kusumawaty, I., Yunike, & Gani, A. (2021). Melatih bercakap-cakap pada orang dengan gangguan jiwa untuk mengontrol halusinasi. Jurnal Salingka Abdimas. 1(2): 59–64
Larasaty, L., & Hargiana, G. (2019). Manfaat bercakap-cakap dalam peer support pada klien dengan gangguan sensori persepsi: halusinasi pendengaran. Jurnal Kesehatan Akademi Keperawatan Ngesti Waluyo, 8: 2–8
Pratiwi, M., & Setiawan, H. (2018). Tindakan menghardik untuk mengatasi halusinasi pendengaran pada klien skizofrenia di rumah sakit jiwa. Jurnal Kesehatan, 7(1), 7. https://doi.org/10.46815/jkanwvol8.v7i1.76
Situmorang, E. (2019). Gambaran penerapan strategi pelaksanaan halusinasi pendengaran oleh perawat di rumah sakit jiwa prof. Dr. Muhammad ildrem provinsi sumatra utara tahun 2019. 24.
Tarigan, H. F. (2018). Penerapan strategi pelaksanaan dalam pemberian asuhan keperawatan jiwa pada tn.t dengan masalah halusinasi pendengaran. 1–8
Utami, V. W., Darajati, M., & Puspitasari, C. E. (2022). Potensi interaksi obat pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma tahun 2020. Sasambo Journal of Pharmacy, 3(1), 36–42. https://doi.org/10.29303/sjp.v3i1.151
Videbeck, S (2020). Buku Ajar Keperawatan Jiwa (Renata Komalasari, penerjemah). Jakarta: EGC
WHO.(2022). World health statistics 2022 (Monitoring health of the SDGs). http://apps.who.int/bookorders.
Yudhantara, D. S., & Istiqomah, R. (2018). Sinopsis skizofrenia untuk mahasiswa kedokteran. Malang: UB Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Aiyub Aiyub

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





