Pengetahuan Aktivitas Fisik Pada Pasien Diabetes Melitus
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v7i2.35Abstract
ABSTRAK
Diabetes melitus (DM) suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia penyakit ini dapat menyerang beberapa organ tubuh yang mengakibatkan berbagai macam keluhan. Diabetes melitus merupakan penyakit yang semakin tahun terus meningkat khususnya di Indonesia. Salah satu faktor pencetus diabetes melitus adalah kurangnya aktivitas fisik. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini 495 responden dengan Sampel penelitian berjumlah 83 responden, responden dalam penelitian ini adalah pasien DM di Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Tehnik pengambilan simple random sampling. Intrument yang digunakan kuesioner yang berjumlah 17 pertanyaan dan analisa data yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan responden bedasarkan Pengetahuan Aktivitas Fisik Pada Pasien DM berada dalam katagori cukup sebanyak (94%), pengetahuan baik (4,8%), dan pengetahuan kurang (1,2%) kesimpulan pada penelitian ini yaitu pasien diabetes melitus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang aktivitas fisik dapat mencegah penyakit diabetes melitus. Dari hasil penelitian ini diharapkan pasien DM dapat melakukan aktivitas fisik sehari-hari sebagai mana aktivitas fisik yang dilakukan dapat mencegah atau dapat mengurangi kadar gula darah dalam tubuh paisen.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Chairun Nisa, Yudi Akbar, Liza Wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





