Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v6i1.6Keywords:
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus & Kepatuhan DietAbstract
Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Dengan Kepatuhan Diet Diabetes Mellitus. Penelitian ini menggunakan desain analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menderita penyakit diabetes melitus didesa Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe berjumlah 50 orang.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total samplingdimana jumlah sampel sama dengan populasi, sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Tingkat pengetahuanya sama yaitu tinggi 25 orang (50,0%) dan rendah 25 orang (50,0%), tingkat kepatuhan berada pada kategori patuh sebanyak 29 orang (58,0%) responden, terdapat ada hubungan tingkat kepatuhan pasien Diabetes Mellitus dengan kepatuhan Diet dengan nilai p value adalah 0,21. Penelitian ini diharapkan agar masyarakat mengerti dan terhindar dari penyakit-penyakit yang bersumber dari kepatuhan Diet
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ida Suryawati, Nanda Fitria, Yudi Akbar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





