Hubungan Kepatuhan Diet Dengan Pencegahan Komplikasi Pada Penderita Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v7i2.49Abstract
Hipertensi penyakit kronik dalam jangka panjang akan terjadi komplikasi. Adapun mencegah terjadinya komplikasi salah satu cara yang terbaik dengan patuh terhadap diet.Kepatuhan diet diyakini efektif dalam menjaga kestabilan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi.Desain Penelitian ini menggunakan kuantitatif bersifat cross sectional. Sampel berjumlah 63 orang. Pengambilan sampel dengan metode simpel random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan analisa data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian diperoleh penderita hipertensi yang patuh terhadap diet sebanyak 42 orang (66,7%) dan yang tidak patuh sebanyak 21 orang (33,3%).pencegahan komplikasi yang baik sebanyak 39 orang dan yang kurang baik sebanyak 24 orang (38,1%). Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan kepatuhan diet dengan pencegahan komplikasi dengan nilai P_ value = 0,002 < ɑ (0,05).Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin patuh seseorang terhadap diet hipertensi akan meminimalisir terjadinya komplikasi.Penderita hipertensi yang menerapkan diet dengan baik dapat mempertahankan kestabilan tekanan darah sehingga meningkatkan status kesehatan. Disarakan untuk puskesmas dewantara agar dapat memanagerial pola diet dengan baik kepada penderita hipertensi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Icha Novitasari, Sri Andala, Yudi Akbar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





