Pelaksanaan Diabetes Self Management Education (DSME) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v8i1.63Keywords:
Diabetes Self Management Education (DSME), Diabetes MellitusAbstract
Diabetes Self Management Education (DSME) kepada pasien penting dilakukan sebagai langkah dalam pengendalian penyakit diabetes melitus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pasien sehingga pasien dapat melakukan pengobatan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pelaksanaan Diabetes Self Management Education (DSME) pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe Tahun 2023. Jenis penelitian deskriptif . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2 yang terdaftar sebagai peserta prolanis berjumlah 74 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive samplingberjumlah 42 orang. Instrumen untuk memulai menggunakan alat ukur Diabetes Self-Management Questioner (DSMQ). Hasil penelitian efektivitas pelaksanaan Diabetes Self Management Education (DSME) pada pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 melalui program prolanis menunjukkan lebih dari setengah responden menerapkan DSME dengan cara baik (66,6%) atau 28 orang. Edukasi yang diberikan tentang diabetes melitus kepada peserta melalui kegiatan prolanis sudah dilakukan secara rutin diharapkan peserta dapat memahami informasi yang sudah disampaikan, sehingga peserta prolanis dapat mengubah pola hidup yang lebih baik sesuai intervensi diabetes self management education (DSME). Responden disarankan untuk tetap mempertahankan keikutsertaan mereka dalam kegiatan prolanis secara rutin.
References
Akbar, Y., Mursal, M., Thahira, H., & Rizana, N. (2021). Tingkat kualitas hidup pasien luka kaki diabetik. Jurnal Keperawatan, 19(2), 55–65. https://doi.org/10.35874/jkp.v19i2.915
Aty, Y. M. V. B., Herwanti, E., & Nugroho, F. C. D. (2020). Penerapan Diabetes Self Management Education ( Dsme ) Bagi Penderita Diabetes Melitus Di Desa Kuanheum Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Semnas I Kesehatan Lingkungan & Penyakit Tropis.
Dewi Prasetyani, S. (2017). ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2 Analysis Of Factor Affecting Type 2 Diabetes Melitus Incidence. ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2 Analysis Of Factor Affecting Type 2, 2(2).
Dinkes Aceh. (2021). Profil Kesehatan Aceh 2021. Dinkes Aceh.
Kemenkes RI, 2020. (2020). Kemenkes RI 2020. Kemenkes RI.
Kurniawati, T., Huriah, T., & Primanda, Y. (2021). Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap Self Management pada Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(2). https://doi.org/10.48144/jiks.v12i2.174
Nita, Y., Arfina, A., Devita, Y., & Dwiguna, S. (2021). Penerapan Diabetes Self Management Education (DSME) dalam Meningkatkan Self Care Penderita Diabetes Melitus. ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.30812/adma.v2i1.1277
Nuradhayani, Arman, & Sudirman. (2017). Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Tipe 2 di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 11(4).
Sudirman, A. A., & Modjo, D. (2021). Efektifitas Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Limboto Barat. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 4(2). https://doi.org/10.56338/mppki.v4i2.1489
Tia Puspita, Wiyadi, R. F. (2020). Pengaruh Diabetes self-Management Education terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas wonorejo samarinda tia. Repository Poltekes Kaltim, 55(8).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Liza Wahyuni, Khalizar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





