Hubunngan Kualitas Pelayanan Home Care Dengan Kepuasan Pasien
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v9i1.93Keywords:
Home Care, Kepuasan Pasien, PelayananAbstract
Pelayanan home care pelayanan kesehatan yang dilakukan ditempat tinggal mereka untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan keluarga. Home care mengutamakan pemenuhan kepuasan pasien melalui kualitas pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa melanggar kode etik dan standar mutu pelayanan profesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan home care dengan kepuasan pasien. Jenis penelitian ini analitik dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 105 pasien yang menggunakan pelayanan home care di wilayah kerja puskesmas peusangan kabupaten bireuen dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner The Patient Satisfacation Questionnaire Short Form (PSQ-18) dan kuesioner kualitas pelayanan home care. Hasil penelitian didapatkan kualitas pelayanan home care dengan kategori baik sebanyak (66.7%) dan kepuasan pasien pada kategori puas sebanyak (58.1%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p_value = 0.007 artinya terdapat hubungan kualitas pelayanan home care dengan kepuasan pasien. Disarankan kepada pelayanan kesehatan sebagai pihak yang menyediakan pelayanan home care, agar meningkatkan kepuasan pasien dengan memberikan pelayanan yang berkualitas sehingga membantu pasien mendapatkan kembali kesehatannya secara optimal melalui pelayanan home care yang diberikan oleh perawat.
References
Ayumar, A dan Andi, Y. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelayanan Pada Lansia Di Puskesmas Tompobulu Kabupaten Gowa. Jurnal Mitrasehat, Volume VI Nomor 1, Mei 2020.
C. Nugroho et al, (2020). HOTS (Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi: Konsep, Pembelajaran, Penilaian, dan Soal-soal). Jakarta: Grasindo.
Devis, (2019), Human Behavior At Work: Organizational Behavior, McGraw Hill International, New York.
Grogan et al (2016). Body Image : Understanding Body Dissatisfaction in Second Edition. London : Routledge
Juwita, (2022). Pharmaceutical Sciences And Research (Psr), 2(1), Pp.1-10.
Melfa Yola, (2019). Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan, .J Optimasi Sist Ind [Internet]. 2019;12(1):301.
Molden, 2019. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan,Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Vol. 15, No. 2, Oktober 2019.
Notoatmodjo, S., 2018, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Oryza (2019).Buku Ajar Asuhan Keperawatan Gerontik Aplikasi Nanda Nic dan Noc Jilid 1. Jakarta: Trans Info Media.
Pamungkas. (2023). Kepuasan pasien dan home cae Yogyakarta: skripsi.
Parasuraman, (2004). SERVQUAL : A Multiple Item Scale For Measuring Consumer Perception Of Service Quality. Journal Of Retailing Vol. 64 No. 1, pp 12-37.
P. Markkanen,(2019). Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Indonesia. International Labour Organization. Subregional Office for South-East Asia and the Pasific Manila, Phipippines.
Ratnasari,(2019). Human Capital Manajemen. Surabaya: CV Penerbit Qiara Media.
Riskesdas (2022). In: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. p. 1–2019.
Siswanto, (2015) Manajemen Tenaga Kerja Indonesia, edisi. 2, Jakarta, Bumi Aksara
Supranto, (2019). Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sutrisno.(2022). Kepuasan paien. Kencana Prenada MediaGroup, Jakarta.
Suprapto, Tommy, (2011). Pengantar Ilmu Komunikasi dan Peran Manajemen dalam Komunikasi, Jakarta : PT. Buku Seru.
Tjiptono. (2019). Strategi Pemasaran Prinsip & Penerapan. Edisi 1. Yogyakarta. Andy.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Liza Wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





