Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Penanganan Penyakit Rematik Terhadap Tingkat Pengetahuan Lansia
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v10i2.205Keywords:
Pendidikan kesehatan, Rematik, Lansia, PengetahuanAbstract
Proses penuaan menyebabkan lansia rentan mengalami penyakit degeneratif, salah satunya rematik. Rendahnya pengetahuan tentang penanganan rematik menjadi faktor pemicu kekambuhan. Pendidikan kesehatan merupakan intervensi penting untuk meningkatkan pemahaman lansia terkait penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan lansia tentang penanganan penyakit rematik Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan one group pretest–posttest. Jumlah sampel sebanyak 50 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi 50% responden memiliki pengetahuan kurang, sedangkan setelah intervensi 66% responden memiliki pengetahuan baik. Uji t menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), artinya terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lansia. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan edukasi kesehatan secara rutin di masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai penanganan rematik.
References
Agusri, dkk (2023). Hubungan gaya hidup lansia dengan kejadian rheumatoid
Artritis. Jurnal Assyifa’ Vol 8 No. 1 Januari-Juni 2023.
Andala, at all, (2024). Investigating factors associated with drug adherence among
individuals with hyperuricemia: A Cross-sectional Study. Indian
Journal Rhematoilogi. Vol.19 edisi 3.
https://doi.org/10.1177/097336982412313
Hayati, N., Sari, A. S., & Sapwal, M. J. (2023). Pengaruh Senam Rematik Dan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Lansia Dengan Arthritis Reumatoid Di Wilayah Kerja Puskesmas Terara. Occupational Medicine.
Iskandar, Dkk. (2021). Analisis Pendampingan Lansia Yang Mengalami Penyakit Rheumatoid Arthritis Pada Lembaga Kesejahteraan Sosial Di Aceh. Faletehan Health Journal, 8(03), 182–186. Https://Doi.Org/10.33746/Fhj.V8i03.302
Kemenkes Ri. (2018). Laporan Riskesdas Aceh.
Meiranda, S. (2023). Pengaruh penyuluhan kesehatan melalui media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan lansia tentang rheumatoid arthritis (Ra).
Novianty, Dkk. (2024). Faktor Resiko Pasien Rheumatoid Arthritis. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(6), 2355–2366. Http://Jurnal.Globalhealthsciencegroup.Com/Index.Php/Jppp
Nurkholik, Et. A. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Lansia Dalam Kecamatan Ciamis Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh , Indonesia. 4(1).
Nurmala, I. (2018). Promosi Kesehatan. Surabaya: Airlangga University Press. Https://Repository.Unair.Ac.Id/87974/2/Buku Promosi Kesehatan.Pdf
Purnama., Dkk. (2020). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Penyakit Rematik Pada Lansia Di Rw 08 Dan 09 Puskesmas Griya Antapani. Bandung: Stikes Dharma Husada, 14(1), 1–27.
Riskesdas. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional.Pdf.
Septiani., D. (2024). Penddidkan Kesehatan Tentang Rheumatoid Dan Senam Rematik Pada Lansia Di Posyandu Lansia Mugi Sehat. Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 7, 1401–1407.
Soniati. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kekambuhan Pasien Dengan Rheumatoid Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kumpai Batu Atas. Puskesmas Kumpai: Batu Atas, 9, 356–363.
Widiyawati & Nikmah. (2020). Perbedaan Pengetahuan Lansia Sebelum Dan Sesudah Diberikan Penyuluhan Kesehatan Tentang. Ijpn, 1(2), 34–42.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Intan Azzuhra, Nanda Fitria, Agusri, Abrar, Desna Maulinda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





